NADIKABAR.COM — Dewan Serat Indonesia (DSI) memperkuat pengembangan sustainable fashion dengan mendorong pemanfaatan bahan baku serat alam lokal, salah satunya rami yang dikembangkan di Wonosobo, Jawa Tengah, sebagai bahan baku produk tekstil bernilai tambah.

Ketua DSI Euis Saedah menyampaikan upaya tersebut mendapat panggung internasional melalui bendera merah putih berbahan rami (Boehmeria nivea) asal Wonosobo yang akan tampil di World Fashion Exhibition Times Square, New York, Amerika Serikat.

Dalam pernyataan yang sudah dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, ia menyampaikan, momentum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan rami sebagai bahan baku lokal yang dapat diolah menjadi produk tekstil bernilai tambah untuk bahan baku fesyen sekaligus mengantarkan konsep sustainable fashion.

Rami yang dikembangkan di Wonosobo selama lebih dari seperempat abad tersebut melewati rantai produksi yang cukup panjang. Setelah dipanen, kulit batang rami menjalani proses dekortikasi untuk memisahkan serat, dilanjutkan dengan degumming, pemintalan menjadi benang, hingga penenunan menjadi kain.