NADIKABAR.COM — PT Donggi Senoro LNG (DSLNG) menegaskan komitmen dalam meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi melalui inovasi dan optimalisasi fasilitas yang dimiliki.
“DSLNG terus berupaya menjaga keandalan operasional sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan energi melalui inovasi dan optimalisasi fasilitas yang dimiliki,” ujar Operation Director DSLNG Adi Kustanto dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Minggu.
Pernyataan Adi Kustanto itu disampaikan setelah DSLNG meraih Penghargaan Energi Subroto 2026 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam kategori Best Technology Innovation atau kategori Inovasi Teknologi Terbaik.
Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan DSLNG menerapkan rekayasa sistem dan pemanfaatan kembali Boil-Off Gas (BOG) untuk meningkatkan efisiensi pemanfaatan gas serta mengurangi emisi dari kegiatan operasional kilang LNG.Melalui inovasi tersebut, DSLNG berhasil menurunkan total flaring sebesar 49 persen, melampaui target penurunan yang ditetapkan sebesar 40 persen.
Pencapaian tersebut menunjukkan keberhasilan perusahaan dalam mengoptimalkan pemanfaatan gas yang sebelumnya berpotensi dibakar melalui sistem flare, sekaligus mendukung upaya pengurangan emisi dan peningkatan efisiensi operasional.
"Keberhasilan tersebut dicapai tanpa membangun fasilitas baru," katanya.
Ia menjelaskan, dengan mengandalkan rekayasa sistem dan optimalisasi infrastruktur yang telah tersedia, DSLNG mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya energi.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa inovasi teknologi dapat memberikan dampak nyata melalui peningkatan kinerja aset yang sudah ada, tanpa harus selalu disertai investasi untuk pembangunan fasilitas tambahan.
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Adi Kustanto dalam Malam Penganugerahan Penghargaan Energi Subroto 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada Jumat (23/10).
Adi Kustanto memberikan apresiasi bagi seluruh personel DSLNG yang telah berhasil mengupayakan inovasi atas penerapan solusi teknologi yang memberikan manfaat operasional, ekonomi, dan lingkungan secara bersamaan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri ESDM Yuliot menegaskan bahwa transformasi energi Indonesia berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan kedaulatan energi nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dalam hal ini, inovasi yang meningkatkan efisiensi pemanfaatan gas dan mengurangi emisi menjadi salah satu bentuk kontribusi industri energi terhadap pengelolaan sumber daya yang lebih optimal dan berkelanjutan.