Melalui LLMNetOps, lanjutnya, pihaknya menghadirkan sistem AI yang dapat dijalankan secara lokal di lingkungan institusi, sehingga data konfigurasi dan informasi jaringan tidak perlu dikirimkan ke server eksternal.

LLMNetOps didanai oleh Information Society Innovation Fund (ISIF) Asia/APNIC Foundation tahun 2025, sebesar 30.000 dolar AS dan diimplementasikan UB bekerja sama dengan Indonesia Research and Education Network (IDREN).

Sistem ini berfungsi sebagai AI co-pilot bagi tim jaringan melalui tiga komponen utama, yakni model LLM lokal yang berjalan di server institusi, NetOpsAgent sebagai agen AI yang menerjemahkan pertanyaan menjadi perintah ke perangkat jaringan, serta NetOpsUI sebagai antarmuka berbasis web untuk berinteraksi melalui percakapan.

Ia mencontohkan administrator jaringan dapat memberikan instruksi melalui sistem ketika menerima laporan pengguna yang tidak memperoleh alamat IP di jaringan lokal gedung tertentu. Administrator cukup meminta sistem memeriksa status router. Selanjutnya, AI akan membantu menelusuri perangkat jaringan terkait, membaca statusnya, dan menyampaikan hasil pemeriksaan tanpa staf melakukan login ke setiap perangkat.

Workshop LLMNetOps diikuti 40 peserta dari 24 institusi perguruan tinggi dan lembaga pemerintah di berbagai wilayah Indonesia, dengan menghadirkan pemateri dari DTI UB dan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) UB serta Widyawan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) yang mewakili komunitas IDREN.

Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi mengenai berbagai tantangan dalam pengelolaan jaringan serta potensi pemanfaatan AI untuk membantu menyelesaikan permasalahan. Peserta kemudian dipandu membangun dan mengaktifkan sistem AI lokal secara bertahap menggunakan laptop masing-masing hingga siap dioperasikan.