NADIKABAR.COM — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Patalan, Jetis, Bantul, disetop sementara setelah 50 siswa dan 3 guru di SDN 1 Sumberagung, Jetis, diduga keracunan menu dari Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Untuk SPPG-nya sekarang kan ditutup sementara sambil menunggu evaluasi dari BGN (Badan Gizi Nasional)," kata Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Bantul, Hermawan Setiaji, saat dihubungi wartawan, Selasa (8/9/2026).
Hermawan mengatakan, operasional SPPG tersebut disetop sejak Senin (7/9). Soal sampai kapan SPPG tersebut disetop, hal itu merupakan kewenangan BGN.
"Tapi kalau dari kita inginnya ada langkah yang luwih (lebih) tegas, karena sudah dua kali (kasus dugaan keracunan MBG dari SPPG tersebut)," ujar dia.
Hermawan menjelaskan, kasus pertama terjadi pada April 2026. Saat itu ada puluhan murid dari salah satu SMPN di Patalan, Jetis, yang diduga mengalami keracunan MBG. Sedangkan kasus kedua terjadi di SDN 1 Sumberagung.
Menurut Hermawan, kasus dugaan keracunan di SDN 1 Sumberagung bermula saat para murid dan guru menyantap menu MBG pada Jumat (4/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Setelah itu, pada hari yang sama, beberapa murid mengalami diare, sakit perut, dan pusing.
"Jadi karena sudah dua kali ya, seharusnya dihentikan dalam jangka waktu yang kebih lama, gitu," ucap dia.