NADIKABAR.COM — Tim para tenis meja Indonesia menjadikan dua kemenangan pada hari pertama Asian Para GamesAichi-Nagoya 2026 sebagai modal menghadapi jadwal lebih padat dengan 51 pertandingan pada hari berikutnya.
"Hari ini hanya tiga pertandingan dan besok masih ada 51 pertandingan untuk teman-teman yang lain. Semoga kami bisa mencapai target empat perunggu di ajang ini," kata pelatih para tenis meja Indonesia Bayu Widhie Hapsara Purba setelah pertandingan di Sky Hall Toyota, Jumat.
Indonesia mengawali persaingan dengan menurunkan tiga atlet pada nomor tunggal dan membukukan dua kemenangan melalui Adyos Astan serta Leli Marlina.
Adyos yang turun pada tunggal putra klasifikasi TT4-5 menaklukkan atlet Nepal Digam Chemjong dengan 11-1, 11-6, 11-3 pada pertandingan Grup F.
Leli melanjutkan hasil positif itu dengan mengatasi Saroung Sorn dari Kamboja pada tunggal putri TT4-5 dengan 11-4, 11-4, 11-5.
Tapi Sella Dwi Radayana menyerah kepada atlet Taiwan Shiau-Wen pada pertandingan pembuka Grup A tunggal putri TT10.
Sella kalah 6-11, 8-11, 7-11 melawan peraih medali perunggu Paralimpiade Paris 2024 itu.
Bayu mengatakan hasil pertandingan pertama menjadi bahan evaluasi sebelum sebagian besar atlet Indonesia mulai memasuki persaingan pada hari berikutnya.
"Tentunya seperti tadi Sella, waktu warming up akan kami panaskan lagi atau kami perbaiki kekurangannya," ujarnya.
Meski kalah tiga gim langsung, Bayu menilai permainan Sella telah berjalan sesuai skema yang disiapkan dalam latihan.
"Cuma tadi ketika reli-reli masih kalah cepat bolanya," kata Bayu.
Tim para tenis meja Indonesia membawa sembilan atlet ke Asian Para Games 2026, yakni Adyos Astan, Leli Marlina, Sella Dwi Radayana, Osrita Muslim, Yayang Gunaya, Komet Akbar, Hamida, Kusnanto, dan Barce Eynstend Layaba.