NADIKABAR.COM — Di batas selatan Kota Bandung dan berbatasan dengan Kabupaten Bandung, Kopo berdiri sebagai saksi bisu riuhnya mobilitas kaum urban. Kopo merupakan sebuah lanskap perbatasan yang kaya cerita, nadi ekonomi dan jalur penghubung yang tak pernah tidur, namun rentan persoalan.
Berbagai permasalahan kerap melanda kawasan Kopo, mulai dari banjir di kala musim hujan, sampah dan kemacetan yang tak berkesudahan.
Jembatan tol atau orang menyebutnya kolong jembatan Kopo, menjadi satu bangunan yang menandai perbatasan tim redaksi wilayah Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.
Agar tidak terlihat kumuh, saat ini, kolong jembatan Kopo ditata, salah satunya tembok jembatan itu dilukis dengan mural. Selain itu juga ada kursi tembok yang dapat digunakan pengendara motor untuk santai atau sekedar meluruskan kaki setelah lama berkendara.
Meski temboknya sudah dimural dan enak dipandang bagi siapa saja yang melintas di kolong jembatan ini, yang cukup disayang ada satu masalah yang tak pernah kunjung usai di kolong jembatan ini, yaitu bau tak sedap yang muncul dari aliran air di kawasan tersebut.
Bau tak sedap di saluran air itu tercium menyengat dan sangat tercium bau busuk bagi siapa saja yang menghirup udara di bawah kolong jembatan kopo.