NADIKABAR.COM — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatatkan bahwa di sepanjang 2026, sebanyak 109.300.240 warga Indonesia telah menjalani pemeriksaan kesehatan tanpa biaya, dengan 21 rumah sakit baru mulai melayani pasien di daerah tertinggal, dan untuk pertama kalinya, angka estimasi insiden tuberkulosis (TB) menunjukkan tren menurun.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers 2 Tahun Pemerintahan Bidang Kesehatan menyatakan, ketiga capaian itu merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang dijalankan selama 24 bulan terakhir.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) melayani 109.300.240 jiwa dari total target 130.344.650 sasaran. Jumlah itu terdiri atas sekitar 88 juta peserta CKG tahunan dan sekitar 21 juta peserta CKG sekolah, sementara warga yang mendaftar tercatat 116.313.018 orang.

Layanan ini sudah berjalan di 10.319 Puskesmas atau 99,8 persen dari total Puskesmas yang teregistrasi, serta menjangkau seluruh 514 kabupaten/kota dan 38 provinsi.

Menkes Budi menjelaskan, CKG dirancang untuk menaikkan rata-rata angka harapan hidup orang Indonesia dari 72 tahun menjadi 76 tahun. Caranya dengan menemukan sedini mungkin empat faktor risiko yang paling banyak menyebabkan kematian dini, yakni hipertensi, diabetes, dislipidemia atau kolesterol tinggi, dan obesitas sebagai pemicu utama stroke, serangan jantung, dan gagal ginjal.

"Kalau kita bisa mengukur keempat faktor risiko tadi, kita bisa menurunkan sampai 80 persen dari kematian yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular seperi penyakit jantung, pembuluh darah, stroke, serangan jantung, dan masalah ginjal," ujar Menkes Budi di Kantor Kementerian Kesehatan, Kamis (22/10).