NADIKABAR.COM — Kementerian Koordinator Bidang Pangan (Kemenko Pangan) mengungkapkan dalam dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pemerintah memperkuat fondasi kedaulatan pangan nasional.
Indonesia kini disebut tidak lagi mengimpor beras untuk kebutuhan konsumsi masyarakat dan telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan. Komoditas tersebut antara lain beras, jagung, gula konsumsi, cabai rawit, cabai besar, telur ayam, daging ayam, dan bawang merah.
Pemerintah juga mengungkapkan berupaya memperbaiki posisi petani dan nelayan dalam rantai pangan. Melalui koordinasi lintas sektor, Kementerian Koordinator Bidang Pangan mendorong agar peningkatan produksi dan ketersediaan pangan turut diikuti dengan peningkatan kesejahteraan petani dan nelayan sebagai penyedia pangan.
"Alhamdulillah, ikhtiar memperkuat kedaulatan pangan mulai menunjukkan hasil. Kita bersyukur Indonesia semakin mampu memenuhi kebutuhan pangan dari dalam negeri. Namun, capaian ini harus dirasakan oleh petani, nelayan, dan masyarakat yang selama ini suaranya kerap kurang terdengar dalam rantai pangan. Inilah amanah yang harus kita jaga bersama," ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam keterangan tertulis, Rabu (21/10/2026).
Di sektor pertanian, harga gabah di tingkat petani meningkat menjadi minimal Rp6.500 per kilogram dan jagung minimal Rp5.500 per kilogram. Nilai Tukar Petani (NTP) juga meningkat dari 116 menjadi 131.
Selain itu, pemerintah juga menyederhanakan regulasi distribusi pupuk bersubsidi untuk mempercepat penyalurannya kepada petani.
Sementara itu, pemerintah juga mendorong penguatan kesejahteraan nelayan. Nilai Tukar Nelayan (NTN) saat ini tercatat 103, dengan target meningkat menjadi 120.