Indonesia kembali menduduki peringkat dua saat tidak menjadi tuan rumah, setelah terakhir kali meraihnya pada SEA Games Thailand 1995 atau 30 tahun sebelumnya. Atlet Indonesia juga menciptakan rekor.
Lifter Rizki Juniansyah memecahkan dua rekor dunia angkat besi kelas 79 kilogram melalui angkatan clean and jerk 205 kilogram dan total angkatan 365 kilogram. Atlet atletik Diva Renata Jayadi mencetak rekor SEA Games sekaligus rekor nasional lewat lompat galah setinggi 4,35 meter.
Kontingen Indonesia juga berprestasi pada ASEAN Para Games Thailand 2025 yang berlangsung pada Januari 2026. Indonesia menempati peringkat kedua dengan 135 medali emas dan total 393 medali.
Sejumlah atlet turut mengukir rekor baru, di antaranya Taufik Abdul Karim pada nomor lari 100 meter dan 200 meter T11. Harsanto Mutiara Cantik melakukan hal serupa pada nomor renang 100 meter gaya dada SB9.
Di cabang sepak bola, Indonesia mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 yang digelar untuk pertama kalinya. Turnamen berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dan Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Tim Nasional Indonesia keluar sebagai juara setelah mengalahkan Thailand lewat adu penalti pada final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, 5 Oktober 2026. Hasil tersebut menjadi tonggak penting bagi kebangkitan prestasi sepak bola nasional.
Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Indonesia melampaui target empat emas dengan meraih lima emas, 11 perak, dan 23 perunggu. Kelima emas berasal dari cabang prioritas yang juga dipertandingkan di Olimpiade, yakni bulu tangkis, angkat besi, panjat tebing, dan panahan.
Atlet Indonesia juga menghasilkan sembilan catatan rekor dunia, Asia, dan Asian Games. Rahmat Erwin Abdullah membukukan enam rekor melalui dua jenis angkatan, sedangkan panjat tebing mencatat tiga rekor lewat Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Aditya Tri Syahri.
Nurisa Dian Ashrifah mempersembahkan emas pertama bagi Indonesia dari cabang panahan sepanjang keikutsertaan di Asian Games.