Menurut data Kementerian Kesehatan, Indonesia menempati peringkat ketiga tertinggi di dunia untuk kasus kanker serviks. Setiap tahun, sekitar 36.000 perempuan Indonesia didiagnosis menderita penyakit tersebut, sedangkan sekitar 21.000 lainnya meninggal dunia. Angka itu berarti hampir tiga dari lima perempuan yang terkena kanker serviks kehilangan nyawa akibat penyakit tersebut.

“Kami akan edukasi ke tempat-tempat baru dan pararel dengan itu kami juga terus melakukan research and development untuk alat yang digunakan,” ungkap Alfi.

Sebagai salah satu pendiri HerLens bersama rekan-rekannya di Universitas Indonesia, Alfi memiliki pengalaman pribadi yang mendorong kepeduliannya terhadap deteksi dini kanker. Ia kehilangan ibunya akibat kanker ovarium pada 2022 setelah penyakit tersebut tidak terdeteksi dengan cepat.

Dalam acara pengumuman tersebut, hadir pula aktris, produser film, dan aktivis lingkungan asal China, Li Bingbing, yang mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian Bumi.

Selain dukungan pendanaan hingga 100.000 dolar AS, para pemenang kompetisi tersebut juga memperoleh pendampingan profesional, pelatihan kepemimpinan, akses pendidikan, jaringan bisnis internasional, serta eksposur media. Dukungan itu diharapkan membantu para perempuan wirausaha mengembangkan usaha sekaligus memperluas dampak sosial dan lingkungan dari kegiatan mereka.

Sebelum digelar di Asia Timur dan Asia Tenggara pada 2026, kompetisi tersebut telah diselenggarakan bagi perempuan wirausaha di kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara pada 2022–2023, Amerika Latin pada 2023–2024, serta Asia Selatan pada 2024–2025.

Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh The Bicester Collection, perusahaan yang mengelola 12 destinasi wisata belanja mewah di London, Dublin, Paris, Brussels, Munich, Frankfurt, Milan, Madrid, Barcelona, Shanghai, Suzhou, dan New York. Destinasi-destinasi tersebut dikunjungi lebih dari 50 juta orang setiap tahun dan menawarkan beragam pengalaman, mulai dari berbelanja hingga kuliner dan hiburan.