NADIKABAR.COM β Duta Besar AS untuk ASEAN, Kevin Kim, berharap ASEAN menandatangani Digital Economic Framework Agreement (DEFA) pada KTT ASEAN pada November, seiring dengan proyeksi ekonomi digital kawasan mencapai 2 triliun dolar AS pada 2030.
βAsia Tenggara merupakan kawasan di mana ekonomi digital diperkirakan akan tumbuh sebesar 2 triliun pada 2030. Amerika Serikat berharap dapat bekerja sama dengan ASEAN beserta negara-negara anggotanya dalam mengembangkan berbagai teknologi masa depan,β kata Kevin dalam wawancara khusus dengan ANTARA di Jakarta, Selasa.
Dubes AS itu menyampaikan bahwa Washington telah meluncurkan program U.S.-ASEAN AI SPARK untuk menyediakan platform dan teknologi superintelligence bagi layanan publik Asia Tenggara, serta memberikan konsultasi teknis mengenai kerangka ekonomi digital.
Kevin menyebutkan bahwa kecerdasan buatan atau superintelligence menjadi area penting kerja sama dengan ASEAN, yang menurutnya merupakan pusat pertumbuhan abad ke-21, sehingga AS ingin menyediakan layanan dan produk terbaiknya.
βSektor swasta kami akan memainkan peran utama dalam menyediakan layanan, sekaligus memastikan bahwa pengelolaan data serta aturan dan regulasi di Asia Tenggara memenuhi standar tertinggi,β ujar Kevin.
Menurutnya, aturan dan regulasi terkait teknologi terbaru (frontier technology) berikutnya sedang ditulis, sehingga AS perlu bekerja sama dengan pemerintah negara-negara Asia Tenggara.
Dia pun berharap agar para pemimpin dapat berdiskusi secara terbuka dan produktif.
Dubes AS itu juga menyebutkan bahwa di bawah pemerintahan Trump saat ini, terdapat peluang besar untuk memanfaatkan bantuan luar negeri secara strategis, antara lain dengan kebijakan yang menjadi penentu program pemerintah AS.
βDi bawah kepemimpinan Menteri Rubio, kami kini menginisiasi program baru di mana Amerika Serikat akan menggunakan dana bantuan luar negeri untuk membantu pemerintah-pemerintah di Asia Tenggara dalam membeli dan memperoleh teknologi serta platform superintelligence Amerika,β jelasnya.
Dengan demikian, masyarakat dan pemerintah di Asia Tenggara dapat memperoleh manfaat dari teknologi yang dimiliki AS, kata Kevin.
Inisiatif U.S.-ASEAN AI SPARK merupakan program strategis yang diluncurkan oleh AS pada Juli 2026 di bawah kerangka βPax Silicaβ guna mempercepat transformasi digital dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Tenggara.
Program itu akan mendukung ekspor AI Amerika ke Asia Tenggara dengan menyediakan bantuan keuangan dan teknis kepada pemerintah negara-negara Asia Tenggara yang ingin menerapkan perangkat teknologi AI dari AS untuk berbagai aplikasi di sektor publik.