NADIKABAR.COM — Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdulfattah Al-Sattari mengatakan dukungan Indonesia merupakan salah satu hal yang terus mendorong bangsa Palestina agar kuat dan teguh bertahan membela diri di tengah gempuran agresi Israel.

"Tanpa dukungan bangsa dan Pemerintah Indonesia, Palestina tidak mungkin berdiri kokoh memperjuangkan kemerdekaan mereka," kata Dubes Al-Sattari usai mengikuti kegiatan "Solidarity Run for Palestine" yang diselenggarakan oleh Aqsa Working Group (AWG) di Bogor, Jawa Barat, Minggu.

Setelah meluluhlantakkan Jalur Gaza, lanjutnya, Israel bersama para pemukim ilegal kini malah meningkatkan serangannya di Tepi Barat.

Serangan militer dan pemukim ilegal di Tepi Barat menimbulkan korban jiwa yang semakin bertambah, kata dia, sembari menambahkan bahwa rangkaian serangan tersebut turut merusak hingga 10 ribu lebih rumah di wilayah tersebut.

Dengan kekejian Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat yang tak kunjung berhenti itu, dukungan Indonesia dan dunia terhadap Palestina semakin bulat dan sudah mencapai tingkat tertingginya.

"Sebaliknya, kecenderungannya saat ini menunjukkan bahwa negara yang paling dibenci di dunia adalah Israel," tegasnya.

Dia juga meyakini dengan bertahannya momentum dukungan dari Indonesia dan komunitas global saat ini, penjajahan Israel akan segera berhenti dan rakyat Palestina dapat segera mewujudkan kemerdekaannya.

Al-Sattari mengapresiasi luasnya dukungan terhadap Palestina yang ditunjukkan berbagai lapisan masyarakat di Indonesia, baik dari pimpinan politik, masyarakat umum, hingga berbagai kelompok sosial.

"Dari mata anak-anak Palestina terpancar optimisme kemerdekaan dan pembebasan Masjid Al Aqsa," kata dia.

Dia berharap setelah kemerdekaan Palestina terwujud, masyarakat Indonesia dapat berkunjung dan melaksanakan ibadah dengan leluasa di Masjid Al-Aqsa.

Acara "Solidarity Run for Palestine" diikuti sekitar 1.500 orang, Minggu pagi, yang digelar dalam rangka Bulan Solidaritas Palestina (BSP).

Rangkaian acara Bulan Solidaritas Palestina itu akan dilanjutkan dengan Summit for Palestine pada 14-15 November dan diskusi jurnalisme pada 19 November.

Agenda lain ialah Festival Baitul Maqdis, Simposium Anti-Zionis, dan Long March Cinta Al-Aqsa pada 28-29 November, yang diakhiri di Masjid Istiqlal Jakarta, sekaligus menutup rangkaian Bulan Solidaritas Palestina 2026 yang bertepatan dengan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina.