NADIKABAR.COM — Duta Besar Indonesia untuk Uzbekistan Siti Ruhaini Dzuhayatin menegaskan Imam Bukhari sebagai simbol persahabatan antara Indonesia dan Uzbekistan yang diharap dapat mendorong perluasan kerja sama antara kedua negara ke berbagai sektor.
Sebagaimana pernyataan tertulis KBRI Tashkent diterima di Jakarta, Kamis, Dubes berkata hubungan Indonesia dan Uzbekistan sudah terjalin sejak abad ke-14, yaitu ketika ajaran Imam Bukhari disebar para cendekiawan Muslim dari Samarkand ke nusantara.
Di hadapan Menteri Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan Laziz Kudratov dalam kesempatan resepsi diplomatik pada Senin (5/10), Dubes Siti berkata ajaran Islam moderat dari Imam Bukhari adalah sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.
Ia menyebut ajaran Imam Bukhari bahkan memberi inspirasi kepada Presiden Soekarno dan para pendiri bangsa saat merumuskan dasar pendirian Indonesia sebagai negara yang modern dan demokratis.