NADIKABAR.COM — Duta Besar RI untuk Prancis, Monako, dan Andorra sekaligus Delegasi Tetap RI untuk UNESCO Mohamad Oemar mengatakan acara yang menampilkan kolintang tidak hanya menjadi pertunjukan seni, tetapi juga membawa pesan perdamaian.
Kolintang dari Minahasa berpadu dengan balafon Afrika Barat dalam acara “Celebrating Kolintang” di Markas Besar UNESCO, Paris, pada Kamis (1/10). Kegiatan KBRI Paris/Delegasi Tetap RI untuk UNESCO tersebut mengusung pesan budaya sebagai ruang dialog dan kerja sama antarbangsa, demikian siaran pers KBRI Paris yang diterima di Jakarta, Sabtu.
“Di tengah dunia yang sering menjadikan perbedaan sebagai sumber perpecahan, kebudayaan menawarkan kemungkinan lain, perbedaan membuka ruang dialog, dialog membangun kepercayaan, dan kepercayaan membantu kita membangun perdamaian,” katanya.
Dubes menilai bahwa pengakuan dan apresiasi yang semakin luas terhadap suatu warisan budaya tidak menghapus identitas dan kepemilikannya, tetapi justru semakin memperkuat penghormatan terhadap warisan budaya tersebut.