Menurut Dubes Abdalfatah, kefiyyeh tersebut bukan sekadar benda atau simbol budaya. Baginya, kefiyyeh membawa ingatan tentang sejarah dan perjuangan rakyat Palestina.

Ia menyebut pemberian tersebut sekaligus sebagai ungkapan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan seluruh rakyat Indonesia atas dukungan yang terus diberikan.

Momen ketika dirinya memeluk Presiden Prabowo juga meninggalkan kesan emosional yang mendalam. Abdalfatah mengaku merasakan bahwa rakyat Palestina tidak menghadapi perjuangannya sendirian.

"Saya mungkin menangis setelah itu karena ketika saya memeluk beliau, saya merasa bahwa kami tidak sendirian. Indonesia berdiri bersama Palestina dan rakyat saya tidak sendirian di Gaza dan Tepi Barat," ungkapnya.