Di sisi lain, lanjutnya, Korea Selatan telah melakukan investasi besar-besaran di sektor manufaktur, khususnya baja, petrokimia, dan otomotif. "Produk-produk manufaktur inilah yang sebagian besar diimpor oleh Indonesia dari Korea," katanya.

Menurutnya, penguatan hubungan ekonomi kedua negara tidak hanya perlu berfokus pada perdagangan, tetapi juga mencakup investasi dan pembangunan berkelanjutan.

"Kami tidak akan membatasi hubungan hanya pada perdagangan. Investasi dan aspek pembangunan berkelanjutan juga penting," ucapnya.

Ia menambahkan bahwa hubungan Korea Selatan dan Indonesia terus berkembang sejak 1973, terlebih setelah ditingkatkan menjadi Kemitraan Strategis Komprehensif Khusus pada April lalu.