Dia melanjutkan bahwa tidak ada pihak yang menginginkan keberadaan NATO di dekat perbatasan Rusia dan menyatakan bahwa Rusia akan melanjutkan “operasi militer khusus” hingga tujuannya tercapai.

“Itulah sebabnya, sebagaimana berulang kali kami tegaskan, kami akan melanjutkan operasi militer khusus ini sampai tujuan kami tercapai,” kata Tolchenov.

Menurut laporan Anadolu, Senin, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan bahwa pasukan Ukraina berupaya melancarkan serangan massal ke wilayah Rusia menggunakan pesawat nirawak (drone) dan rudal jelajah Flamingo dengan tujuan “mengganggu pemilihan umum Duma”.

Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin mengatakan Rusia berhasil mematahkan serangan drone terbesar yang pernah menyasar ibu kota tersebut, dengan lebih dari 1.600 drone berhasil dicegat, termasuk sekitar 450 drone yang bergerak mendekati Moskow.