Akan tetapi, informasi valid akhirnya disampaikan langsung kepadanya oleh sang kapten kapal, Ashari Samadikun (34), yang memastikan semua ABK WNI di MT Honour 25 selamat.

“Kami mendapat informasi dari Kapten Ashari mengenai (ABK) yang selamat. Menurut konfirmasi dari beliau, semua ABK WNI dalam kondisi hidup, tetapi ada satu yang terluka,” ujarnya.

Dubes Witjaksono menyebut WNI yang cedera tersebut terkena tembakan di kaki saat operasi penyelamatan berlangsung.

ABK WNI yang dimaksud Dubes adalah Fiki Mutakin (25) yang mengalami luka tembak di kaki kanan. Saat ketibaannya di Jakarta, kaki Fiki masih dalam proses pemulihan sehingga dirinya harus menggunakan alat bantu kursi roda.

Ia menegaskan bahwa dalam upaya membebaskan ABK WNI yang disandera, pihaknya terus mengambil langkah diplomasi dan tidak menjadikan operasi bersenjata sebagai opsi utama untuk menyelamatkan mereka.