Adapun mereka sebelumnya bertemu dalam agenda World Economic Forum di Davos, Swiss, pada Januari 2026, kemudian pada KTT Board of Peace di Washington DC pada Februari 2026, dan KTT BRICS di New Delhi pada September 2026, kata dia.

Dubes Abdykarimov lebih lanjut menyampaikan bahwa perdagangan Indonesia-Kazakhstan saat ini sudah mencapai 250 juta dolar AS. Akan tetapi, ia meyakini perdagangan antara kedua negara bisa lebih tinggi lagi.

Ia mengatakan bahwa kesepakatan perdagangan bebas (FTA) antara Indonesia dengan Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) yang diteken pada akhir 2025 dapat membuka peluang baru untuk memperkuat kemitraan ekonomi dan perdagangan dengan Kazakhstan, yang merupakan anggota EAEU.

Abdykarimov pun optimistis bahwa kemitraan Indonesia dan Kazakhstan bisa semakin diperluas pada sektor-sektor yang menjadi kepentingan bersama, antara lain perdagangan dan investasi, energi dan pertambangan, serta digitalisasi, pendidikan, dan pariwisata.