"Kalau dampak berikutnya ya pasti anak-anak nih, sekolahnya online. Tapi yang paling penting bukan masalah itu, yang paling penting keselamatan, kesehatan anak-anak, supaya mereka tetap terjaga kondisi dengan kondisi yang baik," ungkapnya.
Dude menilai anak-anak sebenarnya sudah cukup terbiasa dengan sistem PJJ. Pengalaman saat pandemi COVID-19 membuat mereka tidak terlalu asing dengan pembelajaran secara daring.
"Kalau masalah PJJ sebenarnya ini sudah dari zaman COVID dulu, sudah kita jalankan dan memang sudah terbiasa juga anak-anak. Dan kemarin waktu demo-demo yang 1-2 minggu lalu juga sempat PJJ berulang anak ya, jadi sekolah dan pihak yang berwenang mungkin melihat untuk menjaga tetap kondisinya baik lah gitu ya," ucapnya.
Menurut Dude, kebijakan PJJ cukup baik diterapkan sementara waktu hingga kondisi kembali normal. Ia berharap abu vulkanik tidak lagi bertebaran sehingga anak-anak dapat kembali beraktivitas seperti biasa.
"Jadi saya pikir cukup bagus kebijakan PJJ ini untuk bisa menjaga supaya anak-anak tetap baik dan sehat dan sampai menunggu kondisinya mereda, abunya tidak lagi bertebaran, dan mudah-mudahan erupsi cepat selesai gitu ya, dan bisa kembali normal," pungkasnya.