Menurutnya, saluran yang ia tinjau adalah jaringan tersier, yakni saluran yang paling dekat dengan lahan petani.

Jaringan primer dan sekunder dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), sedangkan jaringan tersier dikerjakan langsung oleh masyarakat secara swakelola.

"Selama ini para petani membuat jaringan tersier dibantu oleh Babinsa, mungkin Bhabinkamtibmas. Sekarang mereka sendiri langsung dikasih anggarannya untuk membuat tersier ini," katanya menjelaskan.

Melalui program padat karya ini, pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur besar.

"Pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur besar seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara, tetapi juga menyiapkan infrastruktur yang berbasis kepada masyarakat, yang dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat. Anggarannya langsung kepada masyarakat, dengan anggaran dari APBN," ucap dia.

P3-TGAI mendukung pelaksanaan Inpres Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan. Secara nasional, program ini mencakup 37 provinsi dengan anggaran Rp14,63 triliun.

Di Sumatera Utara, program menjangkau 21 kabupaten/kota dengan anggaran Rp527,50 miliar. Di Kabupaten Deli Serdang, program dilaksanakan di 57 titik lokasi dengan target penyerapan 38.475 tenaga kerja.