"Ibu Wulan kalau nggak salah umur sekitar 70 atau 80 tahun. Nama lengkapnya saya kurang paham, panggilannya selalu Bu Wulan aja gitu kan. Nah, cucunya namanya Muhammad Nabil, 6 tahun," kata warga setempat, Sidik (38), di Penjaringan, Jakut, Rabu (14/10).
Dia mengatakan abangnya menjadi korban luka akibat kebakaran itu. Kini, korban luka masih dirawat di rumah sakit.
"Korban luka abang saya nih, abang kandung lagi dirawat di Rumah Sakit Atmajaya, luka bakar. Informasinya sih jam 5 sore ini nanti dioperasi plastik," ujarnya.
Sidik mengaku melihat kebakaran berasal dari rumah kosong yang terbuat dari kayu pada Selasa (13/1) siang. Dia mengatakan rumah itu sudah kosong sekitar 5 tahun.
"Itu kan bangunan kosong, dua pintu. Bangunan kosong udah lebih dari 5 tahun, bangunannya itu full kayu tripleks. Full kayu tripleks, kosong udah bertahun-tahun. Nah dari bangunan itu ada api, dari situ titik awalnya saya lihat, api itu. Nah, di belakang rumah itu yang kosong, rumah yang korban meninggal," kata Sidik di lokasi kebakaran, Rabu (14/10).
Sidik mengatakan dia sedang berada di lantai atas rumahnya pada siang hari. Saat itu, kondisi lingkungan di sekitarnya sepi.
"Pas saya lagi ngecat, tiba-tiba ada suara pletak-pletok dan angin kencang. Pas saya ke belakang, hawa panas gitu. Api udah naik ke lantai dua, sudah tinggi, sudah gede. Api langsung gede, saya langsung turun ke bawah teriak, 'Kebakaran!'," kata Sidik.
Dia mengatakan warga sempat berupaya memadamkan api dengan air seadanya. Dia juga mengaku berupaya menyelamatkan berkas-berkas penting.
"Warga langsung ngejar lah bahasanya, warga nyari air gitu. Rame-rame itu warga. Dan yang saya fokus itu anak istri sama berkas-berkas penting yang ada di rumah gitu kan. Karena saya tinggal di rumah belakang itu yang persis temboknya tuh persis yang tinggi. Jadi saya fokus di situ, langsung saya bantu pemadaman," katanya.