"Nah, ketika ini terjadi, pelepasan energi akustiknya itu bisa sangat besar, dan energi akustik inilah yang bisa merambat hingga ratusan kilometer," sambungnya.
Rita mengatakan perambatan suara erupsi hingga jarak jauh bukan merupakan fenomena yang tidak mungkin terjadi. Dia mencontohkan erupsi eksplosif Gunung Kelud pada 13 Februari 2014.
"Ini kami contohkan dengan erupsi eksplosif Gunung Kelud di tanggal 13 Februari 2014, ini suara dentumannya bisa terdengar di sejumlah wilayah Jawa Tengah yang jauh dari sumber erupsi. Nah erupsi di Gunung Kelud saat itu kolomnya 17 kilometer sehingga melepaskan energi akustik yang sangat besar," paparnya.
Sebab itu, menurutnya, berdasarkan data pemantau, suara dentuman bisa terdengar hingga jarak jauh. Meski begitu, dia belum bisa memastikan penyebab dentuman. Dia menduga dentuman berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
"Untuk penyebabnya tadi seperti kami sampaikan, kami memang menduga nih suara yang tadi karena berhubungan dengan erupsi Anak Krakatau yang terjadi tadi malam, dugaan kuatnya memang itu berhubungan dengan gunung api Anak Krakatau," ujarnya.
Dia mengatakan pihaknya masih perlu mencocokan data terlebih dulu untuk memastikan penyebab getaran dan dentuman. Dia kembali menegaskan bukan hal yang tidak mungkin jika suara dentuman bisa terdengar hingga jarak jauh.
"Jadi memang memungkinkan hingga ratusan kilometer berdasarkan informasi dan literatur yang kami miliki itu memungkinkan dan berdasarkan sejarah erupsi beberapa gunung api yang ada di Indonesia. Termasuk Gunung Kelud tadi, Gunung Kelud itu di merambat suaranya bisa terdengar sampai di Jogja, sampai di beberapa wilayah di Jawa Tengah," jelasnya.
Dalam akun Threads Badan Geologi, juga menjelaskan alasan dentuman Gunung Anak Krakatau bisa terdengar di Bandung. Badan Geologi mengungakp ada dua alasan.
"Kenapa dentuman dari Krakatau bisa terdengar di Bandung? Bisa disebabkan oleh pertama, eskpansi cepat pelepasan gas. Kedua, Gesekan dan turbulensi aliran lava dengan kecepatan tinggi pada konduit (lubang kepundan)," tulis Badan Geologi.
Dentuman misterius terdengar di sejumlah wilayah Bandung Raya pada Jumat malam hingga Sabtu dini hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena tersebut sebagai skyquake atau dentuman langit.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Suaidi Ahadi mengatakan pihaknya telah mengecek sejumlah data untuk mencari penyebab dentuman tersebut. Data yang diperiksa meliputi aktivitas kegempaan, petir, kondisi cuaca, hingga magnet bumi.