Saat ini siswa-siswi tersebut sudah bisa dipulangkan. Namun pihaknya masih menunggu beberapa jam ke depan agar mereka bisa diobservasi terlebih dahulu.
"Kita sedang observasi. Siswa-siswi ini sudah dapat dipulangkan, tapi kami tadi menyampaikan tunggu satu sampai dua jam ke depan supaya betul-betul kondisi siswa-siswi ini dalam kondisi stabil, kondisi baik. Jangan sampai pulang ke rumah baru muncul indikasi gejala-gejala yang lain," bebernya.
"Nanti dari tim Dinas Kesehatan bersama tim Puskesmas, rumah sakit, akan melakukan observasi secara langsung ke rumah-rumah siswa-siswi yang terindikasi keracunan makanan," tambah dia.
Pemkab Bogor akan menguji sampel makanan buntut 103 murid SMP negeri di Cisarua keracunan setelah menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). Sampel akan diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).
"Terkait tadi kami menyampaikan ada indikasi keracunan makanan, maka Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor sudah mengambil sampel makanan dan sampel minuman langsung dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor," kata Rudy.
Hasil uji laboratorium tersebut akan menjadi rujukan penyebab ratusan siswa-siswi tersebut keracunan. Menurutnya, langkah pertama yang dilakukan adalah memastikan siswa-siswi mendapatkan perawatan medis.
"Nanti hasil uji laboratoriumnya keluar, kami baru bisa menyimpulkan apakah ini betul keracunan makanan atau keracunan minuman. Langkah pertama yang kami pastikan adalah anak-anak mendapatkan penanganan kesehatan terlebih dahulu," jelasnya.