"Saya pagi-pagi lari, terus kata suami saya 'nggak boleh, lu jangan ngambil'. Lah saya bilang 'entar saya gimana kalau nggak ada duit?'. Saya masih nekat aja saya ngambil," katanya.

Rumah yang menjadi sumber ledakan tersebut diketahui masih utuh, namun stelah Winda menjauh dari lokasi, rumah itu pun akhirnya ambruk dan terdengar suara seperti bom.

"Saya langsung lari aja keluar. Pas saya keluar ini rumahnya masih utuh lho. Saya lari ke sono, belum lari jauh, bruk. Kalau saya nunggu di sini mah saya udah ikut bawa itu. Jadi saya keluar lari ke sono, baru tuh rumah brung gitu. Kaya bom," ujar Winda.

Sementara itu, pemilik rekaman CCTV, Robi yang juga rumahnya ikut terdampak mengatakan bagian lantai dua rumahnya ikut rusak karena ledakan dan sempat melihat ada kobaran api di atas.

"Anak saya juga kena pas di atas, nah pas kejadian nyelamatin diri aja langsung," kata Robi.

Warga lain, Suratmi (59) mengatakan korban yang mengalami luka parah adalah Sayuti, Idrus, dan Faiz yang kini masih menjalani perawatan di rumah sakit, diketahui Idrus kini berada di RS pelni, sementara itu Sauti menjalani perawatan akibat luka bakar di RS Cempaka Putih, Jakarta.