Menukil The Sun, vandalisme ini buntut dari kekecewaan fans Rayo Vallecano kepada Presa. Sang presiden menganggap Stadion Vallecas sudah usang dan tak layak menjadi markas klub, sementara penggemar menilai Presa sengaja membiarkan stadion mereka terlantar.
Stadion Vallecas saat ini tak digunakan Rayo Vallecano untuk pertandingan kandang. Arena olahraga berkapasitas 14.708 penonton ini dianggap tak aman untuk digunakan oleh otoritas berwenang sejak awal musim, sehingga memaksa Rayo pindah sementara waktu ke markas Leganes di Estadio Butarque.
Rayo Vallecano menegaskan pihaknya menolak keras aksi vandalisme yang dilakukan oknum penggemar. Rayo menilai vandalisme yang terjadi sebagai ujaran kebencian yang menyasar Presa dan klub.