NADIKABAR.COM — Ditjen Dukcapil Kementerian Dalam Negeri bergerak cepat setelah gempa bumi mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak 6 tim Aksi Ditjen Dukcapil Tanggap Bencana Gempa NTT diterjunkan ke 7 kabupaten terdampak untuk memulihkan dokumen kependudukan dan dipimpin oleh pejabat tinggi madya dan pratama di lingkup Ditjen Dukcapil.

Sejak gempa mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur, banyak warga tak sekadar kehilangan atap rumah. Sebagian dari mereka ada yang kehilangan dokumen-dokumen penting yang menjadi kunci untuk mengakses bantuan, sekolah, hingga layanan kesehatan.

Sebagai bukti keseriusan tim Dukcapil dalam menindaklanjuti arahan Menteri Dalam Negeri untuk segera turun tangan melakukan jemput bola dengan tujuan memulihkan sebanyak lebih dari 11.000 dokumen kependudukan warga yang rusak atau hilang akibat gempa bumi di Flores, NTT dengan bantuan kerja sama bersama Dinas Dukcapil kabupaten setempat untuk menerbitkan kembali dokumen kependudukan milik warga terdampak.

Dokumen yang diterbitkan mencakup KTP-el, Kartu Keluarga, akta kelahiran, akta kematian, akta perkawinan, KIA, sampai dokumen perpindahan penduduk. Bagi para korban gempa yang kehilangan berkas saat menyelamatkan diri, layanan ini bukan perkara administratif semata. Keberadaan dokumen kependudukan merupakan akses vital untuk memperoleh bantuan pemerintah dan kembali menjangkau berbagai layanan dasar.

Dirjen Dukcapil, Teguh Setyabudi mengatakan pelayanan dalam situasi bencana harus dilakukan dengan cara yang berbeda. Karena itu, petugas tidak menunggu warga datang ke kantor. Mereka membawa perangkat pelayanan langsung ke lapangan.

"Bencana boleh mengganggu gedung dan sarana, tetapi jangan sampai mengganggu hak masyarakat atas dokumen kependudukan," ujar Teguh, dalam keterangan tertulis, Minggu (30/8/2026).

"Jangan menunggu masyarakat datang ke kantor. Kalau mereka tidak bisa datang karena mengungsi atau karena kondisi di lapangan, kita yang harus mendatangi mereka," lanjutnya.