“Upaya pemulihan mangrove harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Melalui dukungan usaha produktif, masyarakat diharapkan memiliki sumber penghidupan yang dapat berkembang, sekaligus tumbuh rasa memiliki dan tanggung jawab untuk menjaga ekosistem mangrove di wilayahnya,” ujar Zainal.

Lima kelompok penerima bantuan terdiri atas UMKM Imbaya Bais yang mengembangkan produk stik tudai berbahan dasar kerang; Kelompok Wanita Tani Bepakot dengan produk sambal ikan asap dan bandeng tanpa duri; Kelompok Peternak Perintis yang menjalankan usaha ayam petelur; KPTN Sejahtera yang mengembangkan budidaya kepiting bakau; serta UMKM Sukses Bersama yang memproduksi sambal ebi khas Kalimantan Utara.

Dari lima kelompok tersebut, tiga diantaranya merupakan kelompok perempuan. Keterlibatan perempuan menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan M4CR. Program ini menetapkan target partisipasi perempuan sekurang-kurangnya 30 persen sebagai bagian dari sasaran pembangunan program.