NADIKABAR.COM — PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menyiapkan strategi untuk memperkuat peran perusahaan sebagai city master developer dalam mendukung Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mewujudkan Jakarta sebagai kota global.
Direktur Utama PT Jakpro Iwan Takwin dalam diskusi "Ngobrolin Jakarta (Ngojak)" yang digelar oleh Lintas Generasi (Liga) Pro Jakarta di Gedung Gondangdia Lama, Jakarta, Kamis, mengatakan strategi tersebut membutuhkan kesiapan internal perusahaan, baik dari sisi sumber daya manusia (SDM), sistem manajemen, maupun tata kelola perusahaan.
"Pencanangan atau strategi kita menjadi city master developer itu adalah dalam rangka bagaimana Jakpro lebih maksimal mendukung program atau rencana strategis Pemprov meningkatkan urutan Jakarta sebagai kota global di level 20 nanti," ujar Iwan.
Dia menegaskan Jakpro harus berperan aktif dan maksimal dalam mendorong pembangunan serta pengembangan kota agar mampu mencapai target sebagai kota global.
Untuk itu, Jakpro melakukan pembenahan internal agar proses pembangunan dan pengembangan dapat berjalan lebih akseleratif.
Menurut Iwan, pembenahan itu dimulai dari human capital atau sumber daya manusia serta sistem manajemen dan tata kelola perusahaan.
Jakpro juga berencana merapikan sistem tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) sekaligus menyusun perencanaan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
"Kami susun dengan program atau strategi restrukturisasi itu sehingga nanti sampai di targetnya, Jakpro benar-benar menjalankan bisnisnya lebih profesional, lebih lincah, fleksibel, dan juga lebih fokus ke core business," tutur Iwan.
Dia menambahkan Jakpro juga siap mendukung program penataan kabel udara semrawut di Jakarta agar dapat ditempatkan di dalam tanah melalui fasilitas Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT).
"Kami sudah punya pengalaman, dan ini menjadi modal bagi Jakpro untuk kembali berperan aktif mendukung target penataan kabel udara yang didorong Pak Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam lima tahun ke depan tuntas," ungkap Iwan.
Dia memaparkan Jakpro saat ini sudah melakukan kajian terkait kebutuhan jaringan yang diperlukan di seluruh wilayah Jakarta.
Dia menyebutkan kajian itu sekaligus memetakan jalur-jalur yang dinilai perlu menjadi prioritas penataan.
"Kami petakan prioritas jalur atau area yang harus segera didahulukan, sehingga penyelesaian penataan kabel udara ini progresif dan lebih akseleratif, agar estetika Jakarta semakin meningkat," papar Iwan.
Dia menuturkan Jakpro juga akan memperhatikan keberadaan kampung-kampung di berbagai wilayah Jakarta dalam setiap pengembangan bisnis yang dilakukan oleh perusahaan.
Setiap pengembangan bisnis yang berdampak terhadap kawasan permukiman maupun kampung, kata dia, harus turut memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan.
"Dalam pengembangan bisnis, kami melakukan pengembangan, dan di sana ada dampak terhadap kampungnya. Tentunya, kami harus berperan serta," terang Iwan.
Dia pun berharap kehadiran bisnis maupun pengembangan kawasan yang dilakukan oleh Jakpro tidak hanya memberikan manfaat dari sisi pembangunan fisik, tetapi juga mampu memberikan dampak positif secara menyeluruh bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
"Hadirnya bisnis atau pengembangan yang dilakukan oleh Jakpro di daerah itu harus berdampak sosial, ekonomi, dan lingkungan secara keseluruhan dengan baik," jelas Iwan.
Sementara itu, Akademisi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Hadi Nasbey merespons positif kinerja Jakpro bersama anak usahanya yang sudah memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan citra positif Jakarta.
"Tentu, kita lihat ada peran penting Jakpro dalam pembangunan Jakarta, mulai dari LRT Jakarta, revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), hingga Jakarta International Stadium," pungkas Hadi.
Di sisi lain, Presidium Liga Pro Jakarta Rio A Putra mengapresiasi sikap terbuka Direktur Utama PT Jakpro Iwan Takwin dalam menerima masukan-masukan dari aktivis Jakarta.
"Saya kira ini satu hal yang positif karena masukan yang disampaikan tentu didasari atas kepedulian agar Jakarta semakin baik lagi, terutama dalam menyongsong Jakarta sebagai kota global," imbuh Rio.