"Nanti, supaya ibu-ibu juga bisa jelas, bagaimana regulasi ataupun proses-proses penganggaran dan lain-lain untuk kita semua," kata Tri.

Selain penguatan tata kelola dan dukungan anggaran, rapat juga membahas kerja sama untuk mendukung program pemerintah, termasuk rencana penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Badan Gizi Nasional (BGN) dan Posyandu.

Tri mengatakan, kerja sama tersebut diarahkan pada edukasi masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, khususnya bagi ibu hamil dan anak balita.

"Saya sudah mendapatkan konsep dari MoU-nya, bahwa kita mendukung dari segi edukasi. Edukasi kepada masyarakat, bagaimana pentingnya BGN terhadap ibu hamil dan anak-anak balita di tiap-tiap kepengurusan yang sampai level rumah tangga," tuturnya.

Tri berharap, sinergi ketiga lembaga dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait dapat memastikan program pemerintah menjangkau masyarakat secara lebih efektif, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan gizi bagi ibu hamil dan anak balita.

"Mendorong agar kegiatan-kegiatan di daerah bisa berjalan baik, karena tujuan utamanya adalah agar kita bisa merealisasikan pembangunan atau program-program pemerintah yang saat ini, tentunya diharapkan mencapai kesejahteraan masyarakat," pungkas Tri.