Terkait upaya Yayasan Anugerah Musik Indonesia (AMI) menjalankan skema kemitraan dengan sektor swasta, termasuk dengan komite penghargaan musik Jepang, Music Awards Japan (MAJ), Fadli mengatakan langkah tersebut terbilang strategis.

Fadli menilai perluasan jejaring industri dan akses promosi menjadi faktor penting untuk membantu musisi Indonesia menembus pasar internasional, selain kualitas karya dan kemampuan memanfaatkan platform digital.

β€œNetworking itu sangat menentukan. Ada orang yang berbakat tapi tidak punya network, ya akhirnya tidak mendapatkan kesempatan,” kata Fadli.

Menurut dia, perkembangan media sosial telah membuka peluang yang lebih luas bagi musisi untuk memperkenalkan karya kepada publik internasional. Musisi kini tidak harus sepenuhnya mengandalkan distribusi fisik seperti piringan hitam, kaset, atau CD untuk menjangkau pendengar.

β€œSekarang semuanya tadi yang disebut oleh Pak Wamen ada level of playing field-nya mungkin sama. Tapi mungkin yang beda itu biaya produksi, promosi, yang mungkin salah satu yang kita tonjolkan,” ujarnya.

Meski demikian, Fadli menilai keterbukaan platform digital tetap perlu diimbangi dengan dukungan produksi dan promosi agar karya musisi dapat bersaing serta menjangkau pasar yang lebih luas.