"Panas ekstrem telah menewaskan jutaan orang dan menimbulkan kerugian hingga triliunan dolar. Kondisi ini mengganggu sistem transportasi dan kesehatan serta mendorong kenaikan harga kebutuhan rumah tangga seperti makanan," ujarnya.

Suhu global yang mencapai 1,65 derajat Celsius juga membuat dunia kembali berada di atas ambang 1,5 derajat Celsius yang menjadi salah satu target dalam Perjanjian Paris. Namun para ilmuwan menegaskan bahwa satu bulan di atas ambang tersebut belum berarti target Perjanjian Paris telah dilanggar karena penilaiannya dilakukan berdasarkan tren suhu jangka panjang.

Strategic Lead for Climate di European Centre for Medium-Range Weather Forecasts yang mengoperasikan Copernicus, Samantha Burgess, menyebut Agustus 2026 sebagai bulan yang luar biasa dalam catatan iklim dunia.

"Agustus 2026 merupakan bulan yang luar biasa dalam catatan iklim global. Bulan ini menjadi Agustus terpanas sekaligus bulan terpanas yang pernah tercatat, dengan suhu global mencapai 1,65 derajat Celsius di atas tingkat praindustri," kata Burgess.

Menurutnya, rekor suhu permukaan laut dan musim panas terpanas di Eropa Barat menjadi pengingat bahwa perubahan iklim kini tidak lagi menjadi ancaman masa depan. Dampaknya sudah dirasakan masyarakat, ekonomi, dan juga perjalanan wisata di berbagai belahan dunia.