NADIKABAR.COM — Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Belarusia Jose Antonio Morato Tavares, mengimbau masyarakat Indonesia agar waspada terhadap jebakan kontrak tentara bayaran di Rusia.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya temuan puluhan warga negara yang terindikasi mendaftar melalui jalur tidak resmi dengan iming-iming tawaran gaji besar.

"KBRI Moskow menerima banyak puluhan telepon dari keluarga warga Indonesia yang melaporkan kerabatnya diduga menjadi tentara bayaran. Kadangkala orang Indonesia sendiri yang sudah berada di Rusia," kata Dubes Jose Tavares dalam wawancara eksklusif dengan Redaksi NadiKabar di Moskow, Jumat (18/9).

Tavares mengemukakan, pihak kedutaan berupaya memverifikasi setiap laporan yang masuk, tetapi bukti lengkap kerap sulit diperoleh. Kedubes memeriksa dan menginventarisasi secara seksama informasi dari keluarga atau dari kerabat yang melaporkan anggota keluarganya jadi tentara bayaran.

KBRI Moskow juga telah mengirimkan nota verbal kepada Kementerian Luar Negeri Rusia dan instansi terkait lainnya untuk meminta verifikasi mengenai hal tersebut. Dari hasil identifikasi, terindikasi ada puluhan warga Indonesia yang mendaftar menjadi tentara bayaran melalui agen-agen tertentu yang melakukan pola perekrutan melalui media sosial dengan menawarkan gaji besar tanpa kejelasan.