Sebelumnya, Duterte mengikuti proses persidangan melalui sambungan video dan sempat beberapa kali tidak menghadiri sidang yang dijadwalkan.

Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menggelar sidang status pada Rabu setelah tim pengacara Rodrigo Duterte berargumen bahwa kondisi kesehatan mantan presiden Filipina itu yang terus memburuk membuatnya tidak layak untuk menjalani persidangan. Sidang perdana dalam kasus ini dijadwalkan berlangsung pada 30 November mendatang.

Sementara itu, dilansir AFP, tim pengacara Duterte sempat buka suara mengenai kondisi kliennya. Tim pengacara Duterte dan jaksa ICC telah memberikan tanggapan dalam dokumen tertanggal 14 September, yang dipublikasikan pada situs resmi ICC pada Selasa (15/9) waktu setempat.

"Duterte mengalami gangguan ingatan signifikan yang menghambat kemampuannya untuk menyimpan informasi terkini dan mengakses ingatan secara andal," demikian pernyataan ketua tim pengacara Duterte, Peter Haynes, dalam dokumen yang dipublikasikan online tersebut.

Kondisi tersebut, menurut Haynes, membuat Duterte tidak mungkin memahami kasus yang menjerat dirinya.