NADIKABAR.COM — Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Kalimantan Selatan menggunakan kontainer pendingin dengan kapasitas maksimal 200 orang untuk menampung jenazah para korban meninggal tragedi Kapal Virgo Transport 8.
"Ada dua kontainer kami siapkan," kata Karo Dokpol Pusdokkes Polri Brigjen Pol Dr dr Sumy Hastry Purwanti di Banjarmasin, Kamis malam.
Hastry menjelaskan kontainer pendingin dibutuhkan manakala banyak temuan jenazah hingga harus disimpan terlebih dahulu.
Sementara tim DVI memerlukan waktu yang cukup lama untuk proses identifikasi ketika kondisi jasad sudah sulit dikenali.
Adapun suhu dingin dalam kontainer khusus itu untuk memperlambat proses pembusukan.
Sehingga dapat membantu mempermudah tim DVI menjaga keutuhan jenazah selama proses identifikasi.
"Ini sebagai bagian dari upaya maksimal Polri dalam pelayanan terhadap proses identifikasi agar hasilnya benar-benar akurat dan dapat dipertanggungjawabkan," tegas polwan ahli forensik itu.
Hingga Kamis malam, 22 korban Kapal Virgo yang ditemukan belum teridentifikasi dan masih berada di Rumah Sakit Bhayangkara Banjarmasin.
Petugas masih menunggu hasil tes DNA yang telah dikirim ke Laboratorium DNA Pusdokkes Polri di Jakarta.