Oleh karena itu, langkah terakhir mengidentifikasi jasad dengan mencocokkan sampel genetika dari jenazah dengan data pembanding dari keluarga kandung.

"Untuk pembandingnya sudah kami kumpulkan dari sampel darah atau usap mukosa bukal orang tua, anak kandung, atau saudara kandung korban untuk dicocokkan," jelas Sofwan.

Sebelumnya Pusdokkes Polri telah berhasil mengidentifikasi delapan korban berkat pemeriksaan sampel DNA.