Hal itu dikarenakan kondisi jasad yang sudah sulit dikenali setelah terendam dalam air laut selama sembilan hari.

"Kami perlu melakukan tes DNA yang nantinya dicocokkan dengan data pembanding dari ante mortem yang telah diserahkan keluarga," jelasnya.

Oleh karena itu, Sofwan meminta pihak keluarga bisa bersabar menunggu hasilnya agar diketahui secara akurat identitas korban.