Fauzi menjelaskan, nama Amanullah mulai digunakan Bagus ketika hendak masuk ke padepokan yang merupakan milik seseorang bernama Munir. "Ya waktu mau masuk ini padepokan itu. (Ganti nama) biar aman," jelasnya.

Menurut Fauzi, Bagus mengenal padepokan tersebut melalui salah seorang jemaah Munir. Orang itu disebut pernah berhaji bersama Bagus pada 2025.

Meski demikian, orang-orang di lingkungan padepokan disebut tidak mengetahui perbuatan pidana yang dilakukan Bagus sebelum berada di sana. "Mereka juga ketika (Dwi Bagus) ke sana, mereka belum tahu kalau dia habis melakukan pembunuhan itu. Enggak tahu," ungkap Fauzi.