Fitur tersebut menyediakan informasi mengenai jumlah armada bus, tingkat elektrifikasi, waktu operasional bus listrik, model kendaraan, spesifikasi kendaraan, serta jumlah dan jenis pengisi daya yang ada di setiap kota.

"Data lengkap kota-kota ini kami masukkan agar setiap kota dapat belajar dari kota lainnya, terutama kota yang sudah berhasil menerapkan bus listrik," kata Mizandaru.

Platform E-Bus Hub juga menyediakan sejumlah kalkulator untuk membantu pemerintah daerah melakukan simulasi awal, seperti kalkulator biaya operasional kendaraan, penurunan emisi gas rumah kaca dan polutan, serta analisis biaya manfaat.

Pengguna platform dapat menyesuaikan parameter perhitungan berdasarkan kondisi wilayah, jenis bus, kebutuhan pengisian daya, biaya energi, hingga skema pengadaan melalui pembelian atau penyewaan armada. Hasil analisis dapat diunduh dalam format PDF.