NADIKABAR.COM — Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno mengatakan agenda transisi energi Indonesia perlu memasuki tahap baru, dari sekadar komitmen menuju kemitraan konkret yang mampu menggerakkan investasi, memperkuat ketahanan energi, dan menciptakan pertumbuhan ekonomi.
Menurut Eddy, transisi energi harus mampu berjalan beriringan dengan target pertumbuhan ekonomi 8 persen, penguatan ketahanan energi, serta pencapaian komitmen dekarbonisasi Indonesia.
"Karena itu, investasi energi terbarukan perlu diarahkan untuk memperkuat industri domestik, meningkatkan daya saing produk Indonesia, mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil impor, sekaligus membuka lapangan kerja baru," kata Eddy, Minggu (27/9/2026).
Eddy menilai Indonesia memiliki momentum besar melalui pengembangan energi surya. Dalam hal ini, program 100 GWp PLTS ditempatkan sebagai salah satu strategi utama dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan dan pengurangan konsumsi energi fosil.