NADIKABAR.COM — Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno mengatakan transisi energi Indonesia harus dikelola secara terencana dengan menjaga tiga kepentingan utama, yaitu pertumbuhan ekonomi, ketahanan energi, dan penurunan emisi.
Hal tersebut disampaikan Eddy saat menjadi pembicara kunci dalam Diskusi Panel High-Level Policy Dialogue bertema 'Coal in the Energy Transition: Balancing Sustainability, Security & Economic Growth' di Ramayana Terrace, Hotel Indonesia Kempinski Jakarta.
Diskusi yang diselenggarakan Dewan Energi Nasional (DEN), IndefGTI, dan Bina Astacita (BA) Center tersebut membahas posisi batu bara ke depan dalam menjaga ketahanan energi sekaligus mendukung transformasi ekonomi Indonesia.
Eddy mengatakan pemanfaatan batu bara tidak bisa hanya dilihat dari sisi emisi karbon. Di tengah kondisi geopolitik dan disrupsi rantai pasok energi global, batu bara masih memiliki peran penting untuk menjaga ketersediaan energi nasional.
"Saya ingin memberikan perspektif dan konteks yang agak sedikit berbeda terkait batu bara. Tetapi tujuannya satu, bagaimana kita bisa menjadikan batu bara sebagai salah satu komoditas andalan kita ke depannya, tidak kita tinggalkan begitu saja," ujar Eddy dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10/2026).
"Batu bara masih menjadi bagian penting dari sistem energi dan perekonomian Indonesia. Karena itu, transisinya harus dikelola dengan memperhitungkan ketahanan energi, pertumbuhan ekonomi, dan penurunan emisi secara bersamaan," ungkapnya.