Periset asal London itu mengatakan Palestina bukanlah satu peristiwa tunggal, melainkan sebuah akumulasi dinamika yang berujung pada penindasan.
"Kita harus menemukan harapan dengan membangun keterkaitan lintas sejarah dan wilayah geografis. Melakukannya akan memperlihatkan kepada kita bahwa dunia yang lebih baik bukan hanya mungkin terwujud, melainkan sebagian darinya sudah hadir di tengah kita, dalam sejarah serta praktik keseharian perjuangan, solidaritas, dan kepedulian yang terus dijalani, dikenang, dan dipraktikkan,"tuturnya.
"Oleh karena itu, kontribusi buku ini terhadap pembebasan Palestina merupakan upaya untuk memperkaya ekologi sejarah dan praksis revolusioner kita, bukan hanya demi rakyat Palestina, melainkan demi kita semua dan generasi mendatang," tegasnya.
Editor lainnya, Abi Bae, menekankan bahwa ada keterkaitan tim redaksi kolonialisme Israel di Palestina dengan kolonialisme Eropa serta imperialisme Amerika Serikat.
"Perbuatan Israel di Palestina dianggap sebagai penindasan dan apartheid," ujarnya.