Lebih lanjut, penumpukan abu tersebut menurunkan kinerja mesin, bahkan dapat menyebabkan kemacetan kompresor saat terbang (in-flight compressor stall) dan hilangnya daya dorong (loss of thrust power)

Dari berbagai insiden yang tercatat, terdapat sembilan kejadian di mana mesin pesawat mengalami kegagalan fungsi (mati) di tengah penerbangan akibat abu vulkanik

Sebagai contoh, sebuah pesawat yang mengalami mati mesin pada keempat turbinnya akibat letusan Gunung Redoubt di Alaska pada tahun 1989.