Peringatan tersebut menjadi sorotan karena situasi darurat akibat serangan terhadap Iran berpotensi menghambat proses pembentukan koalisi pemerintahan baru.

Eisenkot juga menolak kemungkinan Israel kembali menggelar pemilu dalam waktu dekat jika proses pembentukan pemerintahan menemui jalan buntu.

"Dalam pemilu dengan tingkat partisipasi setinggi ini, akan menjadi sebuah kesalahan jika kita kembali menggelar putaran pemilu lainnya," ujarnya.