NADIKABAR.COM — Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan Eko Suwanto mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memperkuat alokasi anggaran guna peningkatan kapasitas penanggulangan bencana. Salah satu fokus yang dinilai perlu diprioritaskan adalah memperkuat pelatihan dan simulasi penanganan bencana yang berbasis di kelurahan dan kalurahan.
Hal tersebut disampaikannya dalam konferensi pers yang menyoroti pentingnya optimalisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk mitigasi dan penanggulangan bencana.
"DIY memiliki keindahan alam dan budaya, namun di sisi lain wilayah ini juga menyimpan berbagai potensi ancaman bencana yang nyata. Di antaranya adalah Gunung Merapi yang saat ini statusnya siaga (level III), potensi megatrust di Pantai Selatan, ancaman potensi gempa, serta berbagai ancaman akibat hidrometeorologi. DIY punya Gunung Merapi hingga Sesar Opak. Pemda punya kewajiban tumbuhkan ketangguhan masyarakat melalui pelatihan, simulasi dan dukungan peralatan yang memadai," kata Eko Suwanto dalam keterangan tertulis, Senin (7/9/2026).
Ia mengingatkan bahwa wilayah DIY tidak terlalu luas, tetapi memiliki berbagai potensi bencana. Ancaman tersebut meliputi aktivitas Gunung Merapi yang pernah mengalami erupsi besar pada 2010, gempa bumi pada 2006, serta potensi megathrust di kawasan Pantai Selatan.
Berdasarkan kajiannya terhadap rancangan anggaran penanggulangan bencana DIY tahun 2027, total anggaran yang dialokasikan mencapai sekitar Rp18,3 miliar. Anggaran tersebut terdiri atas program penunjang urusan pemerintahan daerah sebesar Rp15,2 miliar, program penanggulangan bencana Rp2 miliar, program pencegahan dan penanggulangan kebakaran serta non-kebakaran Rp405,5 juta, dan program penyelenggaraan keistimewaan urusan kebudayaan Rp690 juta.