Eko sebelumnya telah tampil dalam lima edisi Olimpiade dan enam Asian Games. Ia meraih empat medali Olimpiade, yakni perunggu pada Beijing 2008 dan London 2012, dan perak pada Rio de Janeiro 2016 dan pada Tokyo 2020.

Sementara itu, Asian Games Aichi-Nagoya menjadi penampilan keenam Eko di pesta olahraga terbesar di Asia. Ia sebelumnya tampil pada Asian Games Doha 2006, Guangzhou 2010, Incheon 2014, Jakarta-Palembang 2018, dan Hangzhou 2022.

Pengalaman panjang tersebut membuat Eko tetap memilih menikmati setiap kesempatan bertanding. Ia juga tidak ingin menjadikan berbagai komentar mengenai usia sebagai alasan untuk berhenti selama masih mendapatkan kepercayaan membela tim nasional.

Menurut Eko, dukungan masyarakat Indonesia, baik dalam bentuk apresiasi maupun kritik, menjadi bagian dari perjalanan panjangnya sebagai atlet. Hal tersebut justru menjadi motivasi baginya untuk terus berusaha memberikan kemampuan terbaik.

"Terima kasih doa dan dukungannya, baik yang positif maupun negatif, bisa memberikan saya motivasi untuk bangkit. Mungkin orang bilang tua lah, sudah masanya lah. Ya sudah, yang penting kita berusaha saja," ujar Eko.

Sebelumnya, lifter muda Indonesia Ricko Saputra juga harus puas finis di posisi keempat kelas 60 kg putra setelah membukukan total angkatan 298 kg.