NADIKABAR.COM — Pengamat ekonomi Ronny P Sasmita mengatakan pemerintah perlu mengubah pendekatan pengembangan ekonomi kreatif dari sekadar membina pelaku kreatif menjadi membangun industri ekspor jasa kreatif agar subsektor tersebut mampu menghasilkan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian.

Ia mengatakan pengembangan industri ekspor jasa kreatif perlu ditopang intervensi pemerintah yang mencakup peningkatan kualitas talenta, akses pembiayaan, perlindungan kekayaan intelektual (IP), pembukaan akses pasar global, serta pembangunan ekosistem kreatif yang terhubung dengan pasar internasional.

"Pemerintah menurut saya perlu mengubah pendekatan dari membina pelaku kreatif menjadi membangun creative export industry," kata Ronny kepada NadiKabar di Jakarta, Senin.

Menurut dia, intervensi dari segi peningkatan kapasitas talenta tidak cukup hanya berfokus pada keterampilan kreatif, tetapi juga perlu mencakup kemampuan artificial intelligence (AI), bahasa, bisnis, pemasaran global, intellectual property, hingga manajemen proyek internasional.

Selain itu, pemerintah juga perlu menyediakan akses pembiayaan dengan mempertimbangkan karakteristik aset ekonomi kreatif yang tidak selalu berbentuk aset fisik.

"Pemerintah perlu membangun skema pembiayaan ke depan perlu memperhitungkan nilai IP, kontrak ekspor, dan future revenue, bukan hanya aset fisik sebagai agunan," kata Ronny.