NADIKABAR.COM — Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Esther Sri Astuti menyampaikan industri manufaktur Indonesia mampu bertahan di tengah berbagai tekanan global dan domestik yang memengaruhi kinerjanya hingga saat ini.
Ia menyampaikan ketahanan tersebut tercermin dari Purchasing Manager Index (PMI) Manufaktur yang mayoritas masih berada di zona ekspansif pada periode pascapandemi, meskipun industri menghadapi berbagai tantangan.
Menurut Esther sebagaimana pernyataannya yang sudah dikonfirmasi di Jakarta, Senin, perlambatan ekonomi negara mitra dagang serta meningkatnya konflik di Timur Tengah turut menekan aktivitas industri manufaktur nasional. Kondisi tersebut diperberat oleh kenaikan biaya input yang memengaruhi keberlangsungan produksi.