NADIKABAR.COM — Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Eliza Mardian menilai bantuan beras 30 kilogram (kg) dapat mengurangi beban belanja pangan rumah tangga kelompok bawah dalam jangka dekat.

"Bagi rumah tangga desil bawah bantuan segitu cukup berarti untuk menahan pengeluaran pangan saat ini dan mereka bisa mengalihkan uang belanja untuk beli protein, sayur, transportasi, atau utang kecil," kata Eliza saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa.

Namun, ia mengingatkan bantuan dalam bentuk beras tidak menambah pendapatan rumah tangga, melainkan mengurangi sebagian kebutuhan pengeluaran untuk membeli beras.

"Bantuan barang itu tidak menaikkan pendapatan. Itu hanya mengurangi sebagian kebutuhan membeli beras mereka," ujarnya.

Ia menjelaskan bantuan 30 kg yang diterima sekaligus merupakan akumulasi alokasi selama tiga bulan, masing-masing 10 kg untuk Juli, Agustus, dan September 2026.

Sebagai ilustrasi, Eliza menggunakan asumsi konsumsi beras rumah tangga sekitar 92 kg per kapita per tahun atau kurang lebih 7,7 kg per orang setiap bulan.

Dengan asumsi tersebut, rumah tangga beranggotakan empat orang membutuhkan sekitar 30 kg beras per bulan.

Dengan demikian, alokasi 10 kg per bulan memenuhi sekitar sepertiga kebutuhan beras rumah tangga dalam ilustrasi tersebut.