NADIKABAR.COM — Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet menilai skema konsinyasi (titip jual) dapat membantu mengurangi kebutuhan modal koperasi desa/kelurahan merah putih (KDMP) untuk menyediakan persediaan barang, tetapi tidak dapat sepenuhnya menggantikan kebutuhan modal kerja koperasi.
Menurut dia, melalui konsinyasi, koperasi tidak perlu langsung membayar seluruh barang yang dipajang di gerai kepada pemasok. Skema tersebut dapat diterapkan terutama untuk produk lokal dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
"Skema konsinyasi memang dapat mengurangi kebutuhan kas untuk persediaan tertentu, terutama produk lokal dan UMKM. Tetapi skema ini tidak menyelesaikan seluruh kebutuhan modal kerja," katanya saat dihubungi di Jakarta, Selasa.
Yusuf menjelaskan terdapat komoditas tertentu yang tetap membutuhkan pembayaran tunai kepada petani atau pemasok. Koperasi juga harus menyediakan dana untuk kebutuhan distribusi dan operasional lainnya.